Senin, 02 Desember 2019

POLITIK KULTURAL


Politic dan cultural capital dalam political developmentalism di Tanjung Pinang.
A.    Latar Belakang
Kekuasaan politik tidak terlepas dari struktur politik dan struktur budaya dalam masyarakat. Struktur politik selalu memiliki nilai-nilai yang  bersifat otoritatif yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan. Actor politik dalam sebuah struktur politik yang tidak memiliki modal-modal kultural akan hilang kekuasaan dan kharismastiknya dalam konstentasi politik melalui partisipasi masyarakat. Kekuasaan actor politik yang demikian tidak akan mampu melakukan pembangunan politik yang didukung oleh masyarakat. Sehingga pembangunan sering kali hanya menjadi ajang dari berbagai jkepentingan yang bermain dalam berbagai kebijakan yang mengatas namakan
Menurut Raymond Williams, kebudayaan bukanlah sekadar bangunan karya-karya intelektual dan imajinatif; kebudayaan pun pada dasarnya adalah seluruh pandangan hidup. Dalam penerapan hal praktis prinsip yang dipakai oleh Williams memasukkan gagasannya tentang kebudayaan kedalam institusi demokratis kolektif, dan yang terutama ia maksudkan adalah kepada partai politik.[1]
Partai politik tidak lepas dari sistem politik seperti yang dikatatakan Gabriel A. Almond dalam bukunya “Civic Culture” bahwa sistem politik merupakan organisasi melalui masyarakat yang merumuskan dan berusaha untuk mencapai tujuan bersama. Maksud dari perkataannya bahwa sistem politik melaksanakan perang atau malah mendorong perdamaian, memajukan perdagangan internasional atau bahkan membatasinya, membuka diri demi pertukaran argumen atau gagasan-gagasan atau mungkin juga malah menutup diri. Sistem politik melaksanakan berbagai kegiatan yang ditunjukkan untuk meraih tujuan-tujuan bersama yang telah dirumuskan.
Untuk mewujudukan sistem politik yang diterangkan oleh Gabriel A. Almond, sistem politik memerlukan badan-badan dan struktur-struktur yang bekerja dalam sistem politik seperti parlemen, birokrasi, badan peradilan dan partai politik yang melaksanakan kegiatan dan fungsi-fungsi tertentu. Pelaksanaan fungsi-fungsi inilah yang akan membuat sistem politik akan bekerja dalam arti dapat merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan.[2]
Partai politik di Indonesia adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik yang biasanya dengan cara konstitusional untuk melaksanakan program. Dinegara demokrasi partai relatif dapat menjalankan fungsinya sesuai harkatnya pada saat kelahirannya, yakni menjadi wahana bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kehidupan bernegara dan memperjuangkan kepentingannya dihadapan penguasa. Sebaliknya dinegara otoriter, partai tidak dapat menunjukkan harkatnya, tetapi lebih banyak menjalankan kehendak sang penguasa.[3]
Dinegara-negara berkembang keadaan politik sangat berbeda satu sama lainnya, demikian pula keadaan partai politiknya yang banyak sekali menunjukkan variasi. Pada umumnya partai politik juga diharapkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi seperti di negara-negara yang sudah mapan politiknya. Partai politik mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Pemerintah berpendapat bahwa didalam membangun bangsa Indonesia memerlukan adanya partai-partai politik karena partai politik dapat:
1.      Membawa kejalan yang teratur semua aliran atau faham yang hidup di masyarakat Indonesia.
2.      Memperkuat perjuangan bangsa dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan bangsa yang diperoleh.
3.      Ikut menjamin atau menjaga keamanan masyarakat, dan
4.      Mendidik rakyat atau masyarakat untuk berkehidupan yang demokratik di dalam alam kemerdekaan.[4]
DiTanjung Pinang terdapat suatu politik dalam partai yang membuat setiap individu percaya akan segala tanggung jawab yang dibebaninya. Politik kultural dalam kota Tanjung Pinang memberikan suatu penelitian yang menarik dan memberikan pengetahuan lebih dalam pembangunan kota. Contoh nya dalam kurung waktu 2002-2013 bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) selalu menang dalam pemilihan kepala daerah (PILKADA). Dibandingkan dengan Partai lain yang sama-sama mempunyai nama besar dalam kancah perpolitikan. Seperti pada orde baru yang mana nama Partai Golkar selalu melesat tinggi dan selalu memberikan kemenangan.
Pada tahun 2002 di menangkan oleh pasangan Suryatati A. Manan dan Wan Izhar Abdullah, kemudian tahun 2007 kemenangan lagi bagi Suryatati akan tetapi dengan pasangan lain yaitu Edward Murshalli karena sistem pemerintahan dan UU Nomor 32/2004 yang menyatakan bahwa pemerintahan Daerah hanya memberik kesempatan selama dua periode sebagai kepala daerah maka pada tahun 2007 Suryatati tidak dapat mencalonkan lagi. Akan tetapi, pengganti Surytati masih dalam partai yang sama.
Tahun 2007 dilanjutkanlah kepemerintahan kepada pasanagan H. Lis Darmasyah dan Syahrul.[5] disini menunjukkan bahwa masyarakat percaya akan partai ini untuk membebani tanggung jawab yang besar dalam pembangunan kota Tanjung Pinang. Partai Demokrasi Perjuangan banyak sekali memberikan dampak yang cukup signifikan untuk membuat masyarak dikota Tanjung Pinang percaya. Pendekatan kultural yang dilakukan oleh elite politik dalam partai memberikan warna lain dalam pembangunan kota ini. Dari pada itu permasalahan yang terjadi ini cukup menarik untuk dikaji lebih dalam lagi. Oleh karena itu penulis mencoba untuk menarik suatu judul tesis yang berjudul “Politik Kultural di Dalam Pengembangan Politik kota Tanjung Pinang”.

B.     Rumusan Masalah
Dari pemaparan atas latar belakang yang ditulis diatas maka dapat mengambil suatu rumusan masalah yakni :
1.      Tindakan politik apa saja yang dilakukan oleh PDI-P sebagai actor  melalui modal-modal kultural mampu memb/erikan mempertahankan kekukasaan politik di kota Tanjung Pinang
2.      Strategi apa saja yang dilakukan oleh actor politik (PDI-P) dalam pembangunan politik
3.      Kontribusi apa saja yang dilakukan oleh PDI-P dalam pembangunan Tanjung Pinang

C.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Dari rumusan masalah, maka akan didapatkan tujuan dalam penelitian ini yaitu :
1.      Mengetahui kontribusi politik kultural dalam pembangunan kota Tanjung Pinang
2.      Mengetahui strategi yang dipakai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam berkampanye untuk memperoleh suara rakyat.

D.    Telaah Pustaka
Telaah pustaka adalah deskripsi ringkasan tentang kajian atau penelitian yang sudah pernah dilakukan diseputar masalah yang diteliti sehingga tidak terdapat pengulangan atau duplikasi dari kajian atau penelitian yang sudah ada. Agar mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya serta autentik maka penulis mencantumkan beberapa referensi yang berkaitan dengan tema yang penulis teliti, dari banyak referensi itu diantaranya :
1.    Jurnal yang dibuat oleh Dr.Subaidi yang bejudul Politik Kultural KH. Abdurrahman Wahid dalam Demokratisasi yang ditulis pada tahun 2014. Didalam jurnal ini memuat bentuk politik kultural yang dilakukan oleh KH. Abdurrahma Wahid dalam membangun demokrasi di Indonesia.

E.     Kerangka Teoritik
Political Culture adalah orientasi budaya kelompok elite politik yang sangat menentukan orientasi politik mereka sendiri dan orientasi politik masyarakat luas.[6] Dalam jurnal yang ditulis oleh Dr. Subaidi mengatakan bahwa proses untuk menjadi demokrasi memerlukan aktor yang memiliki kemampuan untuk memahami segala dinamika sosial dan proses sistem budaya, nilai dan agama dalam masyarakat menjadi pendorong.
Apabila dikaitkan dengan permasalah yang ada maka aktor dalam partai memiliki kemampuan lebih yang mengerti akan masyarakat yang akan dipimpinya dan mengetahui budaya yang berada didalamnya. Untuk itu peran aktor mempengaruhi dalam pembangunan suatu kota. Masyarakat akan cenderung memilih pemimpin yang lebih mengetahui semua yang diinginkan masyarakat untuk tercapai nya keinginan masyarakat. Aktor dalam hal ini ada partai politik, yang mana mempunyai pengetahuan lebih yang akan memberikan pengaruh untuk masyarakat.
Partai politik setelah mengetahui semua yang ada dalam masyarakat maka selanjutnya, memberikan informasi kepada kandidat yang akan mencalonkan untuk menjadi kepala daerah. Kepala daerah yang akan membuat visi dan misi dari hasil informasi yang diterima oleh partai politik.
F.     Metodologi Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif melalui sumber data yang bersangkutan dengan situsi yang sedang terjadi didalam masyarakat tentang politik kultural yang terjadi dalam kota Tanjung Pinang. Penelitian deskriptif kualitatif memberikan suatu data yang konkrit berdasarkan fakta dan pengaruh terhadap suatu kondisi yang terjadi pada saat ini.

1.        Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) yang mana penelitian ini menitik beratkan melalui data-data yang diperoleh berdasarkan dari buku-buku yang berkaitan dengan kasus ini. Agar dapat memberikan suatu pengetahuan dan meneliti dengan berdasarkan teori-teori yang telah ada.
2.        Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik yaitu sifat penelitian yang berusaha untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memaparkan fakta yang ditemukan serta menganalisis permasalahan yang ada dan menemukan korelasi antara permasalahan yang ada dengan teori yang akan digunakan.
3.        Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, dikarenakan tesis ini berbentuk studi pustaka maka data yang banyak diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada secara sistematis dan akurat untuk dapat memberikan informasi lebih dalam penyusunan tesis ini. Teknik pengumpulan ini lebih efisien, karena data yang didapatkan akan langsung dianalisis.
Setelah data yang diperoleh telah terkumpul dan sudah cukup akurat maka analisis dengan menggunakan teori-teori yang ada dan pendekatan dalam politik dilakukan. Hasil dari data yang diperoleh dan analisis dengan menggunakan teori-teori politik yang ada menghasilkan suatu pengetahuan yang baru.

G.    Sistematika Penulisan
Dalam menulis tesis ini diperlukan sistematika penulisan agar penulisan tesis ini dapat mempermudah penulis. Oleh karena itu dalam tesis ini terdapat lima BAB yang diuraikan sebagai berikut :
BAB I menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka atau literature review, kerangka teoritik, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. Hal ini diperlukan untuk menjadi gambaran awal dalam penulisan tesis ini.
BAB II menjelaskan tentang gambaran secara umum tentang partai politik di Indonesia dan apa saja yang terdapat didalamnya baik itu dalam perkembangan partai diIndonesia sejak pertama kali merdeka sampai saat ini. Dalam bab ini menjelaskan semua yang ada dalam partai politik di Indonesia.
BAB III memuat tentang gambaran umum yang ada didalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di kota Tanjung Pinang. Didalamnya terdapat pengertian umum, visi dan misi partai serta strategi yang digunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam berkampanye kepada masyarakat di kota Tanjung Pinang.
BAB IV adalah bab yang berisikan tentang analisis yang diperoleh dari politik kultural yang dipakai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDI-P) dan pandangan masyarakat di Tanjung Pinang dan menerapkannya kedalam teori teori yang dipakai.
BAB V berisikan tentang kesimpulan dan saran. Bab ini merupakan bab penutup dalam penulisan tesis ini. Kesimpulan berisikan jawaban yang terdapat dalam rumusan masalah yang ada di bab pertama.



H.    Daftar Pustaka
Beiharz, Peter, 2005, Teori-Teori Sosial; Obeservasi Kritis Terhadap Para Filosof Terkemuka, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Budiarjo, Miriam, 2008,  Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.
Kencana Syafiie, Inu, 2013,  Ilmu Pemerintahan, Jakarta, Bumi Aksara.
Pandoyo, Toto, 1992,  Ulasan Terhadap Beberapa Ketentuan Undang-Undang Dasar 1945; Sistem Politik dan Perkembangan Kehidupan Demokrasi, Yogyakarta, Liberty Yogyakarta.
Subaidi, 2014,  Politik Kultural KH. Abdurrahman Wahid Dalam Demokratisasi, Jurnal Ilmu Syri’ah dan Hukum, vol .48, No 1, Juni 2014, Yogyakarta.


[1] Peter Beiharz, Teori-Teori Sosial; Obeservasi Kritis Terhadap Para Filosof Terkemuka, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2005) hlm 377.
[2] Lihat di review buku Gabriel A. Almond “ Civic Culture; Political Attitudes and Democracies in Five Nations” yang ditulis oleh Andanigita tahun 2014.
[3] Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2008), hlm 403-405.
[4] Toto Pandoyo, Ulasan Terhadap Beberapa Ketentuan Undang-Undang Dasar 1945; Sistem Politik dan Perkembangan Kehidupan Demokrasi, (Yogyakarta, Liberty Yogyakarta, 1992), hlm 93-94.
[5] Lihat di hasil quick count pilkada di kota Tanjung Pinang di situs http://data-daftar.blogspot.com/2015/10/kota-tanjungpinang-kepulauan-riau.html pada tanggal 22 November 2015
[6] Subaidi, Politik Kultural KH. Abdurrahman Wahid Dalam Demokratisasi, Jurnal Ilmu Syri’ah dan Hukum, vol .48, No 1, Juni 2014.

Senin, 02 Januari 2017

IBU oh IBU

Disaat menyebutkan tiga kata ini maka setiap orang akan merasakan hal yang campur aduk. Tiga kata yang sulit untuk tiap orang lupakan. Dari masih lahir sampai saat dia mati. Tiga kata yang selalu menemani dan melindungi tiap orang. Tiga kata ini adalah “IBU”. Ibu adalah seorang yang tidak mudah seseorang untuk melupakannya. Ada sebuah cerita yang menjelaskan tentang betapa kuatnya perempuan dibanding laki-laki. Pada saat Allah SWT menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya kepada Allah SWT “mengapa begitu lama Engkau mencipatakan wanita ya Allah?”. Lalu Allah SWT menjawab “sudahkah engkau melihat dengan teliti setiap apa yang telah aku ciptakan untuk wanita?”. Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan.
Kemudian Malaikat pun menjawab dengan sangat takjub, “ Hanya dengan dua tangan ya Allah? Itu tidak mungkin”. Allah SWT menjawab, “tidak kah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan kaut bekerja selama 18 jam sehari”. Setalah itu Malaikat pun memperhatikan dan mendekati wanita tersebut dan bertanya lagi kepada Allah SWT. “Ya Allah SWT, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”. Allah pun menjawab, “ itu tidaklah seperti apa yang engkau bayangkan, itu adalah air mata”. Untuk apakah air mata tersebut ya Allah SWT? Tanya Malaikat. Kemudian Allah SWT melanjutkan penjelasanNya. “Air mata adalah salah satu cara wanita menunjukkan kegembiraan, keriasauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggan, serta wanita mempunyai kekuatan untuk menunjukkan tentang pesona kepada laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.
Wanita dapat mengatasi beban lebih baik daripada laki-laki, dan mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri. Wanita mampunya tersenyum ketika hatinya merasakan jeritan kesedihan, mampu menyanyi ketika menangis, menangis saat terharu, bahkan juga dapat tertawa ketika ketakutan. Wanita dapat melakukan segalanya dibandingkan dengan laki-laki. Akan tetapi lebih banyak penderitaan yang diterima oleh wanita dibandingkan dengan penderitaan laki-laki.
Wanita dapat berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia gembira dan bersorak disaat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran, dia sangat sedih disaat mendengar berita kesakitan dan kematian akan tetapi dia mampu mengatasinya dengan sebuah pelukan dan ciuman. Allah SWT berfiraman “Ketika aku menciptakan wanita, maka dia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku (Allah SWT) membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Aku memberikannya kekuatan dair dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya. Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.
Kemudian Allah memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya. Allah SWT memberikan kekuatan kepada wanita untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya. Allah SWT memberikan kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang biak takkan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetepan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu. Dan terakhir Allah SWT memberikan wanita air mata untuk dititiskan. Air mata ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bialapun ia diperlukan.
Dari cerita diatas banyak hal yang dapat kita pelajari betapa kuatnya wanita dibanding laki-laki. Betapa kuatnya wanita menjalani semuanya dengan tenang tanpa harus meminta bantuan orang lain. Betapa berat pekerjaan yang dilakukannya setiap hari tanpa orang lain tau apa pekerjaannya tiap hari. Dari masih kecil sampai dewasa, wanita lebih banyak penderitaan dari pada kesenangan yang dirasakannya. Sewaktu kecil wanita selalu dambakan oleh orang tua. Karena wanitalah yang menciptakan generasi penerus dari keluarga. Wanitalah yang melahirkan orang yang berguna diwaktu kelak. Sewaktu dewasa dan menikah, wanita memiliki tanggung jawab baru untuk mendidik anak-anaknya. Setiap kesalahan yang dilakukan anaknya, seorang ibu akan selalu bersabar. Dari sinilah betapa sangat berjasa seorang ibu yang lahir dimuka bumi ini dan menjaga anaknya.
Allah SWT berfirman dalam surat al-Ahqaf ayat 15 yang artinya: "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".
Dari ayat diatas menunjukkan bahwa Allah SWT mewajibkan setiap umatNya untuk berbuat baik kepada orang tua. Orang tua sangat berjasa dalam kehidupan manusia. Orang tua yang melahirkan, merawat, mengajarkan ilmu buat anak-anaknya agar berguna bagi orang lain. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi penjahat. Tidak ada orang tua yang mau anaknya rusak. Begitulah peran orang tua.
Bahkan dalam hadits yang di riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim menjelaskan bahwa seseorang harus berbakti kepada ibu. Dalam hadits nya yang artinya sebagai berikut : dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata : “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapakan aku harus berbakti pertama kali? Rasulullah menjawab: IBUmu!, dan orang tersebut kembali bertanya, kemudian siapa lagi? Rasulullah menjawab: IBUmu!, orang tersebut kembali bertanya, kemudian siapa lagi? Beliau menjawab, IBUmu!. Kemudian orang tersebut kembali bertanya, kemudian siapa lagi? Rasulullah menjawab, kemudian AYAHmu!,”.
Dari hadits yang dijelaskan diatas begitu tinggi derajat ibu dalam kehidupan. Walaupun seorang ayah menjadi pemimpin dalam keluarga, akan tetapi ibu mempunyai derajat yang tinggi untuk dihormati. Ibu mempunyai peran yang lebih banyak dalam keluarga dibandingkan dengan seorang ayah. Ibu mulai dari mengandung anak selama 9 bulan, menyusui anak, mengasuhnya sampai bisa mandiri, menjaganya dari segala keadaan. Dari pada itulah manusia wajib menghormati seorang ibu.
Hal-hal yang dilakukan oleh seorang ibu yaitu:
·         Ibu mengandung anak selama 9 bulan lamanya.
·         Sewaktu melahirkan anak, seorang ibu bersusah payah menahan sakit hingga menganggap bahwa melahirkan anak itu antara hidup dan mati.
·         Saat anak tersebut masih bayi, seorang ibu akan menyusui nya dengan tidak mengenal waktu. Sampai tengah malam seorang ibu siap menahan rasa ngantuknya untuk bangun menyusui anaknya dan menenangkan anaknya.
·         Seorang ibu siap untuk mengotori tangannya demi membersihkan kotoran anaknya.
·         Sewaktu anak tersebut sedang sakit, seorang ibu akan mencari jalan keluar agar anaknya sembuh sambil menangis karena penyakit anaknya.
·         Apabila seorang ibu disuruh memilih antara hidup atau mati demi anaknya, maka ibu akan memilih mati demi anaknya karena baginya anaknya harus tumbuh besar dan mempunyai cita-cita.
·         Sewaktu dirumah hanya mempunyai makanan yang sedikit, seorang ibu akan memberikan makan tersebut buat anaknya ketimbang dirinya.
·         Setiap beribadah, seorang ibu akan selipkan doa kepada anaknya. Tanpa ada paksaan untuk mendoakan anaknya.
·         Dikala seorang anak sedang mendapatkan masalah, maka nama ibulah yang selalu dipanggilnya. Dan seorang ibu akan siap 24 jam untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi anaknya.

Sungguh banyak sekali pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Dari sinilah kita harus selalu berbakti kepada seorang ibu. Ibu bukan hanya tiga kata saja, melainkan bidadari yang turun dari Surga untuk memberikan kebaikan, memberikan segalanya. IBU oh IBU sungguh mulia jasamu. Ya Allah berikanlah kesehatan kepada orang tua kami, berikan mereka segalanya. Tunjukkan kami jalan yang benar untuk selalu taat kepadamu, taat kepada orang tua kami. Hindarkan musibah kepada orang tua kami, jagalah mereka selalu ya Allah. Amiiinn amiiinn ya Rabbal’alamin. 

KEUTAMAAN ANAK PEREMPUAN

Setiap manusia yang sudah menikah akan selalu menginginkan untuk memiliki keturunan. Keturunan yang diinginkan pasti yang dapat menjadi penerus orang tuanya, disamping itu keturunan merupakan suatu anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Walaupun begitu masih banyak juga pasangan yang belum diberikan keturunan oleh Allah SWT. Tetapi ada juga yang malah tidak menginginkan adanya keturunan misalnya sudah diberikan keturunan oleh Allah SWT malah dihilangkannya dengan cara yang tidak baik (aborsi).
Padahal banyak manfaat memiliki keturunan bagi orang tua. Pertama, mempunyai anak membuat hidup semakin ceria. Karena anak itu sendiri menghadirkan kebahagian bagi pasangan. Kedua, mempunyai anak dapat membuat rukun keluarga. Anak dapat menghindari perkelahian antara orang tua, apabila orang tua yang sedang emosi dengan pasangannya dan melihat anaknya maka akan hilang rasa emosi itu sendiri. Ketiga, anak akan membantu orang tua disaat orang tua sudah beranjak tua, yang mana pada waktu kecil anak di asuh oleh orang tua maka pada saat orang tua sudah semkin tua, anaklah yang mengasuh orang tuanya. Keempat, anak setelah beranjak dewasa akan membantu perekonomian keluarga.
Pada dasarnya setiap keluarga mempunyai keinginan untuk memiliki anak laki-laki. Anak laki-laki banyak yang beranggapan dapat memberikan manfaat lebih bagi keluarga salah satunya adalah dapat membantu pekerjaan orang tua, anak laki-laki juga lebih kuat dan menjadi seorang pemimpin kelak. Anak laki-laki merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Akan tetapi anak perempuan bukan dianggap tidak nikmat dari Allah SWT. Banyak dalil tentang keutamaan anak perempuan, diantaranya:
Pertama, hadits dari Aisyah radiyallahu ‘anha menceritakan, “suatu hari ada seorang ibu bersam dua orang putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu, namun aku tidak memiliki makanan apapun kecuali satu buah kurma. Akupun memberikan itu kepada sang ibu. Kemudian ibu tersebut membagi dua kurma itu dan memberikannya kepada dua orang anaknya, sementara dia tidak memakannya. Kemudian dia keluar dan pergi. Setelah itu Rasulullah datang dan aku ceritakan kejadian itu kepada beliau, lalu beliau bersabda:
"مَنِ انْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَئٍّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ".
Yang artinya: “siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi tameng baginya di neraka”. (H.R Ahmad, Bukhori, Tirmidzi dan lainnya).
Kedua, hadits dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda yang artinya : “siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh, maka pada hari kiamat, antara saya dan dia seperti ini. Beliau menggabungkan jari-jarinya” (H.R  Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah).
Ketiga, hadits dari Ibnu Abbas radiyallah ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “ Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak mengunggulkan anak laki-laki daripada anak perempuan, maka Alllah akan memasukkannya kedalam surga” (H.R Abu Daud, Ahmad,  dan didhaifkan Syuaib al-Arnauth).
Dari penjelasan dalil diatas dapat disimpulkan bahwa memiliki anak perempuan sangatlah berguna buat dunia dan akhirat. Bagi keluarga yang memiliki anak perempuan dapat dipastikan bahwa surga sudah ada didepan matanya.
Walaupun mempunyai anak perempuan dan memberikan hak-haknya akan tetapi menjaga anak perempuan sangatlah sulit. Banyak yang beranggapan bahwa memiliki anak perempuan merupakan ujian bagi setiap orang tua.
Pada zaman jahiliyah sebelum Khalifah Umar bin Khatab masuk Islam, kelahiran anak perempuan dalam keluarga merupakan aib bagi keluarga. Apalagi bagi keluarga yang mempunyai kedudukan terhormat dalam kelompok masyarakat. Maka dari pada itu, pada zaman jahiliyah bagi keluarga yang melahirkan anak perempuan harus dibunuh. Apabila anak tersebut tidak dibunuh maka, anak perempuan tersebut akan menjadi pemuas bagi kaum laki-laki. Ia wajib melayani kehendak pria meskipun itu bapaknya sendiri. Pada zaman ini kaum perempuan hanya mempunyai tugas di dapur saja dan saat malam tiba perempuan tersebut melayani suami (pria). Tak heran kalo muncul pemikiran yang bahwa perempuan memiliki tugas di dapur, sumur dan kasur.

Inilah yang menjadikan wanita tidak dapat untuk begerak maju. Pada zaman sekarang ini masih banyak negara yang menentang adanya perempuan dalam pemerintahan. Banyak yang menjadi pertimbang tentang hal ini. Salah satunya pandangan orang-orang adalah wanita dapat merusak pemerintahan dan tidak dapat berfikir maju untuk memajukan negara. Padahal banyak negara yang maju dengan pemimpin dari kalangan perempuan. Perempuan adalah pencetak penerus atau regenerasi setiap manusia. Tanpa adanya wanita, maka manusia tidak akan mempunyai generasi penerus keluarga. Maka dari pada itu didalam Islam, wanita mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Dalam Al-Qur’an terdapat surat an-Nisa’ tapi tidak ada surat ar-Rojul. Dari sinilah bisa dilahat bahwa Islam sangat memandang kaum wanita.

makna hidup

Hidup seseorang merupakan jalan seseorang untuk mendapatkan suatu yang diimpikan. Kadang impian yang diinginkan tidak berujung kepada hasil yang memuaskan. Itulah sebuah kehidupan, kadang hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi seketika dan ada juga yang diinginkan berjalan mulus. Hidup tidak dapat diterka-terka atau ditebak. Karena hidup yang benar berdasarkan apa yang dialakukannya. Seperti kata yang  sering kita dengar bahwa seberapa pengorbananmu sebesar itupula hasil yang akan didapatkan. Tapi kita tidak boleh hanya dengan usaha saja untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Manusia kadang lupa dengan tujuan awal mereka hidup. Tujuan manusia hidup adalah untuk kesejahteraan dunia dan akhirat. Apabila seseorang sudah berkorban atau berusaha sekuat mungkin tapi hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diinginkan maka, manusia itu harus berfikir apa yang menjadi penghambat bagi kesuksesannya. Misalnya siswa yang sedang menghadapi ujian, kemudian siswa ini rajin sekali belajar sampai tidak ada teringat dalam benaknya untuk beramain bersama teman-temannya. Sewaktu ujian siswa ini merasa bahwasanya dia telah belajar dengan sungguh-sungguh dan bisa menjawab semua soal ujian yang diberikan. Akan tetapi, hasil yang didapatkan pada saat penbagian nilai ujian, siswa ini mendapatkan nilau yang rendah dari teman yang lain.
Setelah hasil itu diterima oleh siswa yang bersangkutan, siswa ini merasa down atau frustasi dan menganggap tiada gunanya apa yang telah dia belajar. Apalagi dia membandingkan dengan temannya yang memiliki pengetahuan yang tidak lebih daripadanya dengan hasil yang memuaskan. Apabila dilihat dari permasalahan ini kenapa bisa siswa yang rajin bisa tidak mendapatkan hasil yang setimpal dengan yang dilakukannya. Faktor utamanya adalah doa, kadang orang meremehkan doa. Padahal doa itulah yang menentukan kesuksesan seseorang. Seberapa kerja keras seseorang apabila tidak ada bantuan doa maka hasil yang didapatkan merasa tidak memuaskan baginya.
Doa mempunyai kekuatan yang besar dalam kehidupan. Kerja keras tanpa adanya doa maka orang tersebut merupakan orang yang sombong dan takabur, begitupula apabila doa tanpa adanya usaha maka sia-sia. Jadi antara usaha dan doa haruslah seimbang. Inilah yang kadanga dilupakan oleh kebanyakan orang. Kebanyak orang yang sudah berusaha sekuat tenaga tapi mendapatkan hasil yang tidak memuaskan akan merasakan kecewa bahkan frustasi. Kadang ada yang menganggap bahwasanya tuhan tidak adil. Padahal yang tidak adil adalah manusia itu sendiri. Hidup didunia ini bukan hanya sekedar hidup untuk didunia saja melainkan hidup didunia ini untuk hidup didunia dan juga untuk diakhirat nanti. Percuma orang yang sukses tapi kurang ibadah kepada Sang Pencipta. Karena hidup didunia ini bukanlah hidup yang kekal tapi setiap orang akan merasakan kematian kelak. Seberapa siapkah orang tersebut untuk akhirat kelak?.

Satu hal yang jarang manusia fikirkan dalam kesehariannya yaitu bersyukur. Bersyukur bukan hanya dengan medapatkan hasil dari usaha yang kita capai saja. Bersyukur itu setiap hari karena rezeki yang didapatkan oleh manusia bukan sekedar rezeki yang berbentuk materi saja melainkan seperti kesehatan merupakan rezeki juga yang harus disyukuri. Apabila seseorang tidak sehat maka tidak akan bisa menjalankan aktivitas kesehariannya. Kesehatan merupakan rezeki yang sangat berharga bagi manusia. Jadi intinya perbanyaklah bersyukur, dengan bersyukur kita akan dapat berkah dari kehidupan kita.

Senin, 24 Oktober 2016

opini terhadap Ahok yang berpidato dengan masyarakat pulau seribu

Pada zaman yang demokrasi selalu ada namanya persaingan dan selisih paham dalam pemerintahan. Baik itu dalam memilih pemimpin yang akan menempati tahta kekuasaan suatu daerah maupun memilih kursi di badan legislatif yaitu DPR. Suatu permasalahan yang lagi hangat dibicarkan di masyarakat saat ini adalah tentang pemilihan kepala daerah khususnya daerah ibu kota Jakarta. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Dari pada itu banyak yang saling berebut tahta untuk menduduki kursi kekuasaan di ibu kota negara ini.
Isu yang lagi hangat dibicarakan adalah calon bakal gubernur DKI Jakarta. Terdapat tiga kandidat yang maju dalam pemilihan kepala daerah yaitu gubernur Jakarta saat ini Batsuki Tjahya Purnama yang disandingkan dengan Drs. H Djarot Saiful Hidayat kemudian pasangan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan yang disandingkan dengan pengusaha Indonesia Sandiaga Salahudin Uno dan pasangan terakhir yaitu putra pertama dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhyono yaitu Agus Harimurti Yudhoyono yang disandingkan dengan Sylvia Murni. Ketiga pasangan ini saling berebut tahta kursi kekuasaan di DKI Jakarta.
Pada akhir-akhir ini ketiga pasangan cagub ini lagi gencar untuk merauk simpatisan dari masyarakat. Segala upaya dilakukan demi merauk suara terbanyak dalam pemilihan kepala daerah tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Walaupun waktu yang masih cukup lama akan tetapi, tiap pasangan kandidat telah memulai strateginya. Tiap pasangan hampir sudah banyak yang melakukan kampanye kepada masyarakat di Indonesia untuk mengambil simpatisan dan suara.
Banyak berita negatif tiap pasangan yang timbul dalam masa transisi ini. Berita-berita itu ada yang menanggapinya dengan santai dan ada juga yang menanggapinya dengan emosional. Salah satu contoh nya adalah gubernur DKI yang sekarang ini yaitu Batsuki Tjahya Purnama atau yang dikenal dengan panggilan Ahok. Berita negatif tentang Ahok mulai dari sifatnya yang arogan dalam pemerintahannya sampai isu sara yang lagi hangat sekarang ini yaitu video yang mengunggah tentang Ahok saat pidato dengan masyarakat yang menggunakan surat al-Maidah ayat 51. Banyak yang menganggap bahwa dalam hal ini Ahok menghina al-Quran tetapi ada juga yang memandang tidak ada peniscayaan agama dalam pidato ini.
Video yang diunggah oleh Buni Yani dengan durasi 30 detik itu membuat setiap masyarakat memandang bahwa itu adalah peniscayaan agama, dalam kasus ini video yang diunggah oleh Buni Yani adalah bukan bideo yang sesungguhnya melainkan video yang sudah di crop atau dipangkas dari video aslinya. Dalam video aslinya pidato yang diunggah aslunya mempunyai durasi sekitar 48 menit. Apabila disimak dengan terperinci dan dengan sangat teliti maka akan mengetahui bahwa dalam video itu tidak ada maksud untuk mencemarkan nama agama akan tetapi beliau atau Ahok memberikan penjelasan bahwa stiap calon pemimpin muslim selalu menggunakan dalil al-Maidah ayat 51 untuk memenangkan suara oleh kalangan umat non muslim.
Setalah kejadian itu Ahok telah meminta maaf apabila perkataan nya itu membuat setiap umat muslim yang ada di Indonesia mempunyai dampak negatif terhadap dirinya. Akan tetapi lagi-lagi provokator member tanggal ikan penjelasan yang lain terhadap video itu. Dari sinilah umat islam terepengaruhi dengan apa yang dibicarakan oleh orang lain. Sampai pada hari jumat tanggal 14 Oktober 2016 setelah sholat jumat muslim yang berjumalah ribuan berdemo untuk menentang perkataan Ahok yang diunggah di sosial media. ormas ini menuntut Ahok karena penistaan agama.
Pada zaman ini konsep dalam al-Quran lah yang menjadi tujuan yang paling utama. Ahok memberikan pandangan bahwa orang nasrani saja bisa memahami tentang Islam. Pada zaman sekarang ini orang islam yang ada di Indonesia lah yang merusak nilai-nilai islam itu sendiri. Apabila diteliti lebih dalam lagi maka masyarakat muslim lah yang sebenarnya malu dengan apa yang dilakukan ahok dalam pidato nya.
Dalam video yang diunggah oleh Bhima Sakti. Beliau mengatakan bahwa dari pengamatan nya non muslim dalam sistem sosial lebih sosial dari pejabat muslim yang lain. Apa yang diunggah oleh Ahok mungkin adalah wahyu walauphun dia tidak sadar dengan wahyu itu sendiri. Ahok membangun Jakarta adalah sebuah prilaku yang baik untuk membangun dan memperindah Jakarta. Ahok membetulkan tata kota di Jakarta untuk masyarakat di Indonesia ini bukan semata-mata untuk kehidupan pribadinya saja akan tetapai ini buat masayarakat yang ada diadalamnya.
Bhima sakti menginkan pemimpin yang dapat memberikan yang terbaik untuk memimpin daerah. Beliau berdoa mudah-mudahan Ahok adalah menjadi pembela dalam agama islam. Rasulullah meminta kepada Allah bahwa jadikanlah Umar  memimpin. Padahal disaat itu ada dua Umar yaitu Umar bin Khatab dan Umar yang satu lagi yaitu Abu Lahab. Belum tentu orang yang sudah bersyahadat lebih baik daripada orang yang sudah bersyahadat. Di Indonesia tidak seperti itu. Kebanyakn orang yang sudah bersyahadat lebih jelek sifatnya daripada orang yang belum bersyahadat.
Kebnayakan orang mengandalkan nilai-nilai Islam dari jenggot, jubah, celana cekak padahal banyak nilai-nilai agama yang lain dalam Islam. Sesungguhnya apa yang dikatakan Ahok bukan untuk diri orang lain akan tetapi untuk menaikkan nama Ilahi pada pemikiran umat Islam. Zaman sekarang hanya Al-Quran yang dapat menjawab tantangan sosial dimana taurat sudah habis, bible tidak dapat menjawab dinamika itu. Tidak ada isi didalam al-Quran yang diragunakan lagi. Bhima sakti menganggap bahwa ahok akan bisa mempelajari AL-Quran karena beliau sangat pintar dan tidak sulit untuk  mempelajarinya.
Dari hal diatas sudah dapat kita teliti bahwa kita sebagai umat muslim lebih malu dengan umat non muslim yang belajar tentang islam. Umat muslim selalu menganggap dirinya muslim akan tetapi dalam realita nya sifat nya tidak mencerminkan sifat umat muslim. Dukung umat non-muslim yang ingin belajar tentang agama islam. Mungkin Allah belum memberikan hidayah kepadanya. Tetapi mungkin Allah memberikan wahyu kepadanya untuk menyadarkan umat islam itu sendiri. Jangan pernah mengaitkan agama islam dari penampilannya. Akan tetapi lihat dari dalam hatinya. Apakah hatinya menunjukkan bahwa dia Islam. Islam itu indah.

Dari penuturan Bhima Sakti menunjukkan bahwa sebagai negara yang mayoritas nya beragama Islam sebenarnya umat islamnya malu dengan kaum minoritas yang lebih mempunyai sifat keislaman yang tinggi. Sebagai negara yang menghormati agama lain seharusnya kita tidak selalu mencela melainkan kita harus menjaga dan memberikan contoh yang baik tentang islam. Kebanyakan pejabat yang muslim tidak mencerminkan islamisme dalam kehidupan sehari-harinya. Ingatlah ketika kita akan mengkritik diri orang lain maka lihatlah diri kita dulu. Kesalahan fatal yang dilakukan oleh manusia adalah mengkriti orang lain tanpa melihat dirinya sendiri. Berfikirlah sebelum bertindak.